Jumat, 21 September 2012

Ini Konsep Monorel Baru dari Adhi Karya "Betul-betul produk Indonesia, kaya mobil Esemka."



Adhi Karya mengusulkan proyek Monorel yang tersambung dengan MRTVIVAnews - PT Adhi Karya Tbk kembali mengajukan proyek monorel yang selama ini hanya menyisakan tiang-tiang beton yang terbengkalai di sejumlah titik di ibukota. Kali ini, perusahaan konstruksi pelat merah ini bahkan yakin memperoleh dukungan dari gubernur baru DKI Jakarta, Joko Widodo.

Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, di Jakarta, Jumat 21 September 2012, mengatakan, proyek monorel yang rencananya digarap konsorsium beranggotakan Adhi Karya, PT LEN Industri, dan PT Industri Kereta Api (Inka) itu diberi nama Jakarta Link Transportation (JLT).

Dalam usulan baru Monorel itu, Adhi Karya menjanjikan konsep moda transportasi yang sepenuhnya dibuat dari produk dalam negeri. Mulai dari gerbong yang diproduksi Inka dan tiket plus operator dari LEN Industri.

"Sehingga betul-betul produk Indonesia, seperti mobil Esemka," katanya.

Rencananya, monorel JLT ini akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti MRT, bus Transjakarta, dan kereta bandara. Monorel ini akan memiliki panjang 13 kilometer dengan 16 stasiun.

Monorel JLT rencananya akan melewati 21 pusat perbelanjaan, 110 kantor, 16 hotel, 26 pasar dan sekolah serta 19 apartemen.

Untuk daya angkutnya, Adhi Karya merancang konsep gerbong monorel 4x200 penumpang sekali angkut. "Sehingga orang turun monorel bisa sambung busway, MRT, dan bangunan-bangunan dengan nyaman, cepat dan terhormat," paparnya.

Kiswo memaparkan, proyek monorel ini tidak memerlukan lahan, karena bisa dilaksanakan di tepi jalan, serta tidak mengganggu jalan, karena berada di atas jalan. (art)

© VIVA.co.id

Rabu, 19 September 2012

Tembok Besar China Terlihat dari Bulan, Mitos atau Fakta?

VIVAnews - Tayangan kartun "Ripley Believe It or Not!" pada tahun 1932 menyebut Tembok Besar China adalah sebuah karya agung manusia, satu-satunya yang akan terlihat dengan mata telanjang dari bulan. Sejak itulah, klaim mencuat, bahwa bangunan sepanjang 8.851 km itu -- yang terpanjang sepanjang sejarah manusia, bisa disaksikan dari luar angkasa.

Benarkah?

Coba pikirkan, apa yang bisa lihat dari bulan, yang melayang sejauh 230.000 mil atau 370.000 kilometer dari bumi?

Bahkan bumi sekalipun terlihat seperti bola biru dan putih dengan bercak kuning, coklat, atau hijau yang mengintip melalui awan yang berlimpah. Jika cuaca cerah, fitur bumi yang hanya dapat dilihat mata astronot dari bulan, hanyalah wilayah yang besar seperti Jazirah Arab.
Tembok Besar China baru bisa dilihat luar angkasa melalui teleskop atau kacamata dengan kemampuan 17.000 kali ketajaman visual normal. Sebab, bangunan itu hanya berukuran tinggi 20 kaki atau 6.09 meter dan lebar hanya 6 meter. Itupun bentuknya hanya menyerupai cacing tanah.

Jika Tembok Besar terlalu jauh untuk dilihat dari Bulan, bagaimana dengan titik lain di luar angkasa?

Batas ketinggian atmosfer yang memungkinkan untuk dilakukan pemotretan disebut "Karman line" atau 100 kilometer di atas permukaan air laut. Itu sudah maksimal. Garis itu menandai titik di mana udara sangat tipis, wilayah ini juga tidak memungkinkan bagi penerbangan aerodinamis, sekaligus merupakan orbit terendah yang diambil pesawat ruang angkasa dan satelit. Stasiun Luar Angkasa Internasional, berkisar lebih tinggi sekitar 250 mil atau 400 kilometer di atasnya.

Pertanyaannya, dapatkah seseorang melihat Tembok Besar dari jarak seperti itu?

Ini yang rumit, ada yang mengatakan, bisa, dengan syarat kondisi atmosfer dan pencahayaan sempurna. Namun, meskipun Tembok Besar China memiliki panjang lebih dari 8.000 km, ia tidak memutus pola lanskap.

Komponen bahan tembok tersebut, yang sebagian besar terdiri dari batu dan tanah liat, tidak menonjol dari warna-warna alami bumi.

Bahkan, astronot pertama China, Yang Liwei mengaku, ia tidak bisa melihat Tembok Besar selama misinya pada tahun 2003 lalu. Kabut polusi China yang tersebar luas mungkin tidak mengizinkannya melihat peninggalan berharga leluhurnya.

Namun, mungkin ada alasan lain kenapa Tembok Besar tidak kelihatan mencolok. Norberto López-Gil, profesor ilmu visi University of Murcia, Spanyol, melihat dinding tersebut dari luar angkasa secara fisik tidak mungkin bagi mata manusia.

Menurutnya, menatap Tembok Besar hanya dari jarak 100 mil atau 160 kilometer saja, hanya akan terlihat seperti kabel dengan lebar dua centimeter. Untuk mampu melihat tembok tersebut, sejauh itu, mata manusia membutuhkan ketajaman setidaknya tiga kali lipat dari ketajaman burung elang.

Bahkan dengan asumsi mata anda mampu melihat dengan ketajaman seperti itu, melihat Tembok Besar China, atau bangunan bikinan manusia apapun, dari luar angkasa adalah tak masuk akal.

Sebelumnya, NASA mengatakan astronot bisa melihat kota-kota, jalan raya, jembatan, bendungan dan bandara, serta lampu-lampu kota di malam hari. Itu memang benar, tapi semuanya dilihat dari orbit bumi.

Kesalahpahaman selama ini mungkin timbul dari foto beresolusi tinggi dengan obyek luar angkasa, yang dapat diperbesar, dipotong dan diolah sehingga fitur buatan manusia cukup jelas nampak.
Secara khusus, sebuah satelit dengan radar pencitraan dan resolusi tinggi dapat dengan mudah membidik Tembok Besar China. Tapi untuk semua mata manusia, itu mustahil. (Sumber: Life's Little Mysteries | umi)

Selasa, 18 September 2012

Sejarah KOPASSUS


ini dia pasukan elit nomer 1 di Indonesia. KOPASSUS (KOMANDO PASUKAN KHUSUS adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat ,Indonesia yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.


Sejarah KOPASSUS

Kesko TT III/Siliwangi
Pada tanggal 16 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat.

Komandan pertama saat itu adalah Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

KKAD
Pada tanggal 18 Maret 1953 Mabes ABRI mengambil alih dari komando Siliwangi dan kemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).

RPKAD
Tanggal 25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad Idjon Djanbi. Tahun 1959 unsur-unsur tempur dipindahkan ke Cijantung, di timur Jakarta. Dan pada tahun 1959 itu pula Kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat itu organisasi militer itu telah dipimpin oleh Mayor Kaharuddin Nasution. Pada saat operasi penumpasan DI/TII, komandan pertama, Mayor Idjon Djanbi terluka, dan akhirnya digantikan oleh Mayor RE Djailani.

Puspassus AD
Pada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama lima tahun. Sebenarnya hingga tahun 1963, RPKAD terdiri dari dua batalyon, yaitu batalyon 1 dan batalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1 dikerahkan ke Lumbis dan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia, sedangkan batalyon 2 juga mengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia, maka komandan RPKAD saat itu, Letnan Kolonel Sarwo Edhie -karena kedekatannya dengan Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani, mengusulkan 2 batalyon 'Banteng Raider' bentukan Ahmad Yani ketika memberantas DI/TII di Jawa Tengah di upgrade di Batujajar, Bandung menjadi Batalyon di RPKAD, masing-masing Batalyon 441"Banteng Raider III", Semarang ditahbiskan sebagai Batalyon 3 RPKAD di akhir tahung 1963. Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436 "Banteng Raider I", Magelang menjadi Batalyon 2 menggantikan batalyon 2 lama yang kekurangan tenaga di pertengahan 1965. Sedangkan Batalyon 454 "Banteng Raider II" tetap menjadi batalyon di bawah naungan Kodam Diponegoro. Batalyon ini kelak berpetualang di Jakarta dan terlibat tembak menembak dengan Batalyon 1 RPKAD di Hek.

Kopassandha
Tanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama ke Dili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. Sementara Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato pada Desember 1978. Prestasi yang melambungkan nama Kopassandha adalah saat melakukan operasi pembebasan sandera yaitu para awak dan penumpang pesawat DC-9 Woyla Garuda Indonesian Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstremis Islam "Komando Jihad" yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, 28 Maret 1981. Pesawat yang tengah menerbangi rute Palembang-Medan itu sempat didaratkan di Penang, Malaysia dan akhirnya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok. Di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, pasukan Kopassandha mampu membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan. Korban yang jatuh dari operasi ini adalah Capa (anumerta) Achmad Kirang yang meninggal tertembak pembajak serta pilot Kapten Herman Rante yang juga ditembak oleh pembajak. Imran bin Muhammad Zein ditangkap dalam peristiwa tersebut dan dijatuhi hukuman mati.
Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao, yang bersembunyi di Dili bersama pendukungnya.

Kopassus
Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus hingga kini. ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81. Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grup dari tiga Grup menjadi lima Grup.

Grup 1/Parakomando — berlokasi di Serang, Banten
Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur

Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-grup tadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassus yang berpangkat Brigjen menjadi Komandan Jendral (Danjen) Kopassus yang berpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini.

Perjuangan Peanut, Orangutan Melawan Kanker

Kelelahan, Peanut orangutan penderita kanker VIVAnews - Kanker tak hanya menyerang manusia, tapi juga binatang. Ini adalah kisah seekor orangutan bernama Peanut, yang menderita non-Hodgkin lymphoma,  kanker yang berasal dari sistem limfatik, salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berperan penting  melawan infeksi dan sejumlah penyakit. Ia menjadi hewan pertama di dunia yang dirawat dengan kemoterapi agresif, seperti laiknya manusia.

Peanut tinggal bersama saudara kembarnya, Pumpkin di Jungle Island, Miami. Ia beberapa kali menerima perawatan untuk melawan limfoma sejak Agustus lalu. Sementara, Pumpkin tidak sakit, namun ia tahu ada sesuatu yang salah dengan saudarinya.

Meski keduanya punya tingkat intelijensia tinggi, belajar bahasa isyarat dan bisa mengoperasikan iPad untuk berkomunikasi dengan pelatihnya, namun dokter tetap kesulitan untuk menjelaskan tentang kanker pada Peanut juga Pumpkin.

"Aku tidak bisa menjelaskan apa yang Pumpkin ketahui, namun ia sepertinya merasa ada yang berbeda dengan saudarinya," kata dokter hewan Jason Chatfield, kepala kurator Jungle Island pada MailOnline. Pumpkin yang sehat selalu ingin bermain dengan saudarinya, namun Peanut butuh banyak istirahat.

Peanut dan Pumpkin adalah yang termuda dari enam orang utan penghuni Jungle Island. Peanut sosok hewan yang terbuka dan penuntut. Ia menawarkan ranting pada dokter sebagai imbalan dari botol air yang diberikan padanya. Sementara Pumpkin pendiam, dengan poni menutupi sebagian dahinya.

Kanker pada Peanut ditemukan secara tak sengaja, saat tim dokter hewan mengetahui ia menderita masalah usus, dan tes lanjutan menguak, itu kanker.

Sementara dokter memusatkan perhatian pada Peanut, mereka khawatir Pumpkin bisa jatuh sakit. Sebab, "secara genetik mereka sangat mirip," kata Chatfield

Perawatan mirip manusia
Karena kebun binatang swasta itu tak punya staf dan dokter hewan bersertifikat onkologi, perawatan Peanut ditangani  Sylvester Comprehensive Cancer Center pada  University of Miami Miller School of Medicine.

Tim di sana, bersama Division of Comparative Pathology UM yang punya spesialisasi hewan liar, mengkonfirmasi diagnosis kanker pada Peanut, dan memberikan anjuran bagaimana merawat hewan asli Indonesia itu.

"Aku tak pernah punya kombinasi rasa takut dan antusias pada pasien manapun sebelumnya," kata  Dr. Joseph Rosenblatt, salah satu yang merawat Peanut.

"Kami tak tahu apa yang bisa diharapkan, kami sangat ingin tahu dan selalu berharap bisa menolong binatang itu." Merawat orangutan adalah yang pertama bagi Rosenblatt, yang belum pernah bekerja merawat hewan yang lebih besar dari tikus.

Dalam perawatan orangutan itu, Rosenblatt mengatakan, dokter memilih perawatan yang paling efektif untuk manusia. Namun dengan dosis dikurangi.

Proses yang makan waktu 4-5 jam pada manusia, hanya berlangsung tiga jam untuk Peanut, yang mendapat 6 dosis, dalam jeda 21 hari, kecuali tubuhnya tak bisa menerimanya. Meski bekerja dengan baik pada manusia, dokter belum mengetahui apakah ini akan efektif pada orangutan.

Tidak seperti manusia, Peanut harus dibius selama kemoterapi. Dan meskipun dokter anestesi tahu penyebab mual pada hewan, tidak jelas apakah Peanut muntah saat perawatan pertamanya.

Linda Jacobs, perawat kebun binatang mengatakan, Peanut memang terlihat lelah menjalani perawatan, namun ia belum kehilangan rambut coklat kemerahan di tubuhnya, belum rontok. Juga, masih ada binar di matanya.

Meski masih ada risiko komplikasi, Peanut adalah pasien yang punya harapan besar. Dia masih muda dan kuat, dan mudah-mudahan bisa melalui cobaan berat itu.

Peanut bukan kera besar pertama yang dirawat dengan standar manusia karena menderita kanker. Seekor orangutan dengan kanker stadium lanjut di National Zoo, Washington menjalani operasi pengangkatan tumor ganas pada ususnya pada tahun 2000.

Pada tahun 2009, dua gorila betina di North Carolina Zoo menjalani terapi radiasi. Ketiga kasus tersebut melibatkan kera jauh lebih tua, di usia 30-an atau 40-an dan semuanya berakhir dengan suntikan mati.  (umi)

Sumber: Daily Mail

sakiittt banget... dijuluki wanita terjelek didunia

Ghiboo.com - Apa rasanya jika dijuluki wanita terjelek di dunia? Lizzi Velasquez (23 thn) terlahir dengan kondisi medis yang langka, dimana hanya dua orang lainnya di dunia yang mengalami hal serupa.
Velasquez terlahir dengan tidak memiliki jaringan adiposa, yang berarti ia tidak dapat membuat otot, menyimpan energi, bahkan ia tak memiliki lemak tubuh.
Karena tak memiliki jaringan lemak, menyebabkannya harus makan setiap 15 menit agar memiliki cukup energi untuk beraktivitas.
Satu matanya mengalami gangguan penglihatan ketika ia berusia 4 tahun, sehingga menyebabkannya buta.
"Saya ini manusia dan tentu saja hal ini menyakitkan. Mereka menilai saya dari penampilan, bukan dari siapa saya. Saya tidak akan membiarkan hal ini. Saya membalas ejekan mereka melalui prestasi dan tekad saya," jelas Velasquez, dilansir melalui Dailymail (14/9).
Julukan menyakitkan ini pernah mendorongnya untuk melakukan bunuh diri. Namun, hal ini malah membuatnya termotivasi untuk berprestasi.
Kini, ia menjadi pembicara motivasi dan sudah mengeluarkan dua buah buku, yaitu Lizzie Beautiful (2010) dan Be Beautiful, Be You (2012).

Harisu dan Transgender di Dunia Hiburan Korea

"Saya tak mau berbohong kepada publik. Lagipula saya tak bisa menyembunyikannya. Lebih baik semuanya jelas sejak awal,“ kata Harisu dalam wawancara khusus dengan The Korea Times di tahun 2001.

Saat itu Harisu baru saja membintangi iklan kosmetik yang membuatnya jadi perhatian di Korea. Sebagai petunjuk bahwa ia transgender, iklan itu sengaja mengekspos bagian jakunnya.
Harisu
Lahir sebagai seorang laki-laki, Harisu mengganti nama dari Lee Kyung-yeop menjadi Lee Kyung-eun setelah menjalani operasi ganti kelamin tahun 1995. Setelah debut sebagai bintang iklan, ia menjadi model untuk video musik duo Turbo, menjajal akting sebagai pemeran utama film “Yellow Hair 2” dan meluncurkan album debut “Temptation”. Harisu pun dinobatkan sebagai idola transgender pertama di Korea.

Setelah populer, ia mulai memperjuangkan hak menjadi perempuan secara legal. “Saya tak bisa memiliki paspor, visa, dan bahkan rekening bank sendiri karena secara hukum saya seorang laki-laki,” ungkap Harisu. Akhir tahun 2002, Harisu menjadi orang kedua di Korea Selatan yang secara legal mengubah jenis kelamin.

Upaya Harisu tak bisa dibilang mudah. Korea Selatan memang membolehkan warga negara melakukan operasi ganti kelamin (asalkan usia diatas 20 tahun, lajang dan tak punya anak). Namun baru pada tahun 2006, transgender yang sudah operasi ganti kelamin dapat mengoreksi jenis kelaminnya secara legal pada dokumen publik.

Setelah resmi menjadi perempuan, Harisu mengembangkan karier dengan pesat. Ia merilis album K-pop (enam album sampai saat ini), menekuni akting dan bermain film ke Taiwan, Cina, Hongkong, hingga Malaysia.

Kesuksesan Harisu menjadi inspirasi. Sebuah grup K-pop yang terdiri dari empat orang transgender bernama Lady terbentuk di tahun 2005. Sayangnya meski lagu mereka cukup mendapat perhatian dari media, Lady tak begitu diterima dan hanya berumur singkat akibat gagal meraih popularitas.

Hingga kini memang tak banyak transgender sukses di dunia hiburan Korea. Meski secara hukum kehadiran mereka diakui, namun secara sosial masyarakat Korea masih konservatif.

“Banyak orang yang pura-pura tersenyum kepada saya, namun setelah syuting, mereka mencerca saya di belakang,” cerita Harisu kepada Asia One, sebelum vakum di Korea dan lebih banyak berkarier di luar negeri. Dalam kesempatan lain, ada pihak yang terang-terangan tak akan membiarkan Harisu tampil di acaranya selama ia menjadi produser.

Itu juga yang membuat Harisu membuka klub Mix-Trans tahun 2009. Klub ini adalah sekolah pelatihan transgender yang ingin menjadi penghibur, sekaligus menyediakan pekerjaan bagi yang ingin hidup normal.

“Saya berharap junior-junior (transgender) yang lebih cantik dari saya bisa debut (di dunia hiburan),” kata Harisu yang setelah lima tahun baru kembali lagi ke skena K-pop bulan Juli lalu dengan single “Shopping Girl”.

Harapan Harisu itu masih terasa berat. “Harisu sudah mencapai banyak hal, tapi masih banyak yang harus dilakukan,” kata supermodel transgender Choi Han-bit, yang ingin meraih gelar Doktor agar transgender tak lagi dipandang sebelah mata di Korea.

Pendapat jebolan Korea’s Next Top Model itu ada benarnya. Baru-baru ini, acara televisi "She XY" (disebut juga "XY That Girl" yang tayang di saluran KBS Joy dihentikan akibat protes masyarakat.

Padahal, acara yang menampilkan 17 transgender (termasuk Miss International Queen 2010 asal Korea, Mini Han) pada tayangan perdana minggu lalu itu dianggap sebagai titik sejarah. Itulah kali pertama televisi Korea menayangkan acara khusus transgender.

Kini peluang transgender Korea untuk lebih eksis di dunia hiburan kembali surut. Tak seperti Dorce Gamalama di Indonesia yang pernah memiliki dan memandu acara sendiri, transgender Korea masih tak dapat tampil bebas di televisi. Entah kapan mereka dapat benar-benar diterima menjadi bagian dunia hiburan Korea, tanpa diskriminasi.

Sabtu, 15 September 2012

sini dilihat aja: ALUTSISTA buatan Indonesia

sini dilihat aja: ALUTSISTA buatan Indonesia: VIVAnews – Dahlan Iskan sebenarnya kurang enak badan hari itu. Badannya meriang, ada flu menyerang. Dengan mengenakan jaket mel...